Kenangan Indah (RAGADAYA)

Yap selamat datang kembali di blog gw :) Sekarang di post kali ini gw mau ceritain pengalaman yang akan sangat sulit untuk gw lupakan dan pengalaman ini terjadi dalam acara RAGADAYA Beribu Pribadi Satu Pertiwi.

Ya jadi saat Ragadaya kita mengadakan lomba futsal !!!!! dan tentu saja sebagai anak futsal gw akan ikut lomba itu. Namun, persiapan buat lomba pas ragadaya menurut gw sangat dikit dan kurang memuaskan jika dibandingkan dengan lomba-lomba sebelumnya. Jadi beberapa hari sebelum lomba coach baru membagi anak futsal menjadi 2 tim yaitu Sanur tim A dan Sanur tim B. Betapa tertekannya diri gw saat mengetahui kalau anak di tim gw banyak sekali yang masih baru-baru tanpa pengalaman lomba. Setelah mengetahui itu gw merasa banyak sekali tekanan yang datang dan keburukan dari gw adalah gw mencoba untuk menanggung semua tanggung jawab yang ada tanpa bantuan dari orang lain.

Singkat cerita Hari-H pun tiba dan tim gw akan bertanding pada pertandingan terakhir jadi kami memiliki waktu yang cukup lama. Namun, saat berada di bawah tekanan entah kenapa waktu terasa berjalan dengan sangat cepat dan akhirnya tibalah saat pertandingan tim kami. Pertandingan kami dilaksanakan sekitar pukul 5 sehingga mau tidak mau pertandingan harus dipersingkat karena tidak adanya lampu yang menerangi jikahari sudah gelap. Alhasil kami bermain kurang lebih 2 X 7 menit padahal seharusnya 2 X 10 menit. Tentu karena dipersingkat ada perasaan lega karena sudah selesai namun ada pula perasaan deg-degan karena pada akhirnya tim kami dengan tim lawan harus melakukan pinalti karena skor kami 0-0 hingga akhir.

Akhirnya kami pun melakukan pinalti, singkat cerita pada saat lawan menendang tendangan kedua bola mereka masuk dan akhirnya tendangan ketiga menjadi suatu momen yang paling ditunggu-tunggu karena merupakan penentu antara maju ke pertandingan berikutnya atau malah sebaliknya yaitu langkah harus terhenti pada pertandingan ini. Akhirnya tendangan ketiga pun terjadi dan betapa sangat disayangkan tendangannya miring sehingga tidak ada gol. Pada akhirnya tim lawan lah yang menang dan kita pun harus menerima kenyataan bahwa langkah kita harus terhenti pada pertandingan itu.

Eitsss hati-hati jangan tertipu ini bukanlah akhir dari cerita melainkan baru bakalan mulai klimaksnya.

Jadi sehabis kita kalah karena tendangan pinalti ini tentulah kita harus tetap mengikuti prosedur pertandingan yaitu bersalaman dengan tim lawan, dan kita pun melakukan itu. Selanjutnya kita pun masuk ke dalam sekolah untuk mengambil barang-barang kami. TETAPI saat masuk ke dalam terjadi suatu kejadian yang sangat tak gw kira akan terjadi. Jadi saat lagi jalan ke dalem dengan perasaan sedih karena kalah tiba-tiba saja dateng dari belakang seorang adik kelas sambil berkata "gapapa kak, tadi mainnya udah bagus banget."

Seketika saat dibilang kayak gitu air mata yang udah gw usahain buat gak keluar tiba-tiba keluar gitu aja dan akhirnya karena tidak kuat dari yang awalnya berdiri jadi duduk di pinggir lorong. Dari situ pas lagi nangis adik-adik kelas X sm XI tiba-tiba dateng dan mereka semua malah nyemangatin gw biar nggak nangis lagi. Bahkan di sela-sela kesedihan itu sampai ada pula guru yang dateng truss nyemangatin juga biar nggak usah nangis karena setiap pertandingan pasti akan ada yang kalah dan yang menang. Lalu karena gw nangis ada pula adik kelas yang ikut nangis padahal gw udah gak tau musti ngapain lagi jadi setelah sudah sedikit tenang gw kembali jalan buat ngambil barang. Akhirnya saat selesai kita briefing dan lalu pulang.

Yap sekian dulu mengenai kenangan indah di SMA, padahal masih banyak lagi tapi menurut gw kejadian ini sangat di luar perkiraan gw dan gw pun bersyukur karena setelah kejadian ini, ikatan gw sama adik kelas menjadi lebih dekat dan yang awalnya gk tau nama mereka, sekarang sudah tau ♡♡
Dari pengalaman ini gw belajar bahwa sebenernya segala tanggung jawab yang diberikan orang jangan di simpen buat diri sendiri aja, karena sebenernya selalu akan ada orang di sebelah kita yang akan membantu tapi kalau kita simpen terus orang lain gak akan tau, makannya kita mesti terbuka kepada sekitar. Percayalah kita tidak sendiri, dan selalu ada orang di sekitar kita yang akan menyemangati kita di saat kita sedih akan kegagalan yang dialami :)
 

Comments